Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

1,5 Tahun Danantara: Seleksi Ketat Ribuan Proyek-Rebut Kembali Kepercayaan Bursa

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah berusia 1,5 tahun dan menunjukkan kinerjanya dalam mengelola investasi negara. Sejak Oktober 2025, Danantara menerima lebih dari 1.000 proposal proyek, namun hanya kurang dari 1 persen yang lolps seleksi dan masuk ke tahap eksekusi. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa ketatnya proses seleksi dilatarbelakangi oleh standar penilaian yang ketat, terutama terkait potensi return atau tingkat pengembalian investasi. Proyek yang dinilai tidak memenuhi kriteria akan ditolak secara tegas, meskipun terkadang menimbulkan tekanan dari pihak terkait.

Di tengah seleksi ketat, Danantara tetap mendukung proyek yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, seperti proyek waste to energy (WTE) yang mengubah sampah menjadi listrik. Tiga proyek WTE sudah menandatangani Perjanjian Pembelian Daya (PPA) dengan PLN dalam waktu enam bulan, jauh lebih cepat dari rekam jejak sebelumnya. Selain itu, Danantara juga menginvestasi pada proyek di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, yang memberikan manfaat langsung bagi jemaah Indonesia yang menunaikan umrah.

Pada sisi lain, pasar modal Indonesia mengalami penurunan signifikan, dengan kapitalisasi pasar yang turun dari sekitar USD 850–900 miliar ke USD 580 miliar, disertai keluarnya dana asing sebesar USD 8–9 miliar. Untuk menjawab tantangan ini, Danantara menetapkan tiga fokus dalam 12 bulan kedepan: penguatan teknologi, pengembangan produk pasar modal termasuk instrumen derivatif, dan penguatan koneksi dengan bursa global. Salah satu agenda utama adalah demutualisasi pasar modal agar Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa bersaing secara internasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait