100 Tahun Panas Bumi Indonesia, Pemerintah Kejar Potensi 30 GW untuk Ketahanan Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia merayakan 100 tahun pengembangan panas bumi sejak pengeboran pertama di Kamojang pada 1926, dan kembali mendorong sumber energi ini sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional. Pada pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Conference and Exhibition (IIGC) 2026 di Jakarta, Presiden Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Julfi Hadi menekankan bahwa panas bumi mampu menghasilkan listrik secara stabil 24 jam, berbeda dengan energi terbarukan lain yang bergantung pada cuaca. Meski potensi panas bumi Indonesia mencapai 27-30 GW, kapasitas terpasang hanya sekitar 2,7 GW, jauh di bawah target pemerintah untuk meningkatkan ke 5,2 GW pada 2035 agar kontribusi panas bumi dalam energi terbarukan naik dari 2,2% menjadi 4,5%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.43
Eddy Soeparno: Pertumbuhan PDB 6% Harus Berbasis Ekonomi Berkelanjutan
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.00
100 Tahun Uap Panas Bumi Masih Mengalir, Bisa Jadi Saingan Batu Bara
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.44
Bahlil Izinkan PLN Bangun PLTP di Gunung Ungaran
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.00
Kementerian ESDM Catat PNBP Panas Bumi Capai Rp 2,45 T per Agustus 2026
Berita terkait
Ternyata Panas Bumi Pasok 24% Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.00
Potensi Energi Bersih RI Jumbo, Baru Terpakai 16,32 GW
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 16.45
Indonesia Hydropower Summit Dorong Akselerasi PLTA sebagai Pilar Keandalan Sistem Kelistrikan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.30
Waka MPR Dorong Kemitraan RI-China Bidang Transisi Energi-Ekonomi Hijau
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 10.27