Panas Bumi RI Sudah Berumur 100 Tahun, Begini Dampaknya Bagi Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyatakan dampak ekonomi besar dari pengembangan panas bumi, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Di Kamojang, Garut, PGEO berhasil membangun ekonomi mandiri melalui penguatan pengetahuan dan pengembangan komunitas selama lebih dari 40 tahun. Indonesia berada pada peringkat ke-2 dunia dalam kapasitas panas bumi terpasang dengan total potensi 23.202,77 MW, namun hanya 11,6% yang telah dimanfaatkan. Pemerintah targetkan penambahan kapasitas 185 MW pada 2026 dengan investasi US$ 1,16 miliar. Realisasi PNBP panas bumi mencapai Rp 2,45 triliun dengan target Rp 2,6 triliun pada 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 14.17
Pemerintah Percepat Lelang 14 Lokasi Panas Bumi, Tak Lagi Tunggu 10 Tahun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 11.35
Lirik Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Jerman Bawa Delegasi Bisnis Incar Sektor Energi
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.09
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS
Berita terkait
Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.35
Indonesia Baru Manfaatkan 11% dari Potensi Panas Bumi 24 GW
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.52
Wow! 84% Potensi Panas Bumi ASEAN Ternyata Ada di Indonesia
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.02
Bahlil Desak Pengusaha Percepat Pengembangan PLTP, Konsesi Jangan Mangkrak
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.06