176 Kali Water Bombing, Api Reda tapi Ancaman Gambut Masih Mengintai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih menghadapi ancaman dari lahan gambut. Meski api permukaan sudah padam, lahan gambut di area non-kawasan masih mengeluarkan asap dan berpotensi memicu kebakaran ulang. Luas area terbakar diperkirakan 36 hektare. Operasi gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB menggunakan water bombing 176 kali untuk menurunkan titik panas dari 157 menjadi 11, namun kembali naik menjadi 44 pada 24 Agustus. Fenomena El Nino diperkirakan puncaknya September, sehingga kewaspadaan tetap ditepat. Menteri menekankan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar oleh petani maupun perusahaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 19.55
Maksimalkan Aplikasi SiPongi, Menhut Minta Petugas Pantau Titik Api Secara Realtime
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.32
Api di Tahura Raden Soerjo Padam, Tim Gabungan Sisir Sisa Bara
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.45
4 Notam Aktif Terkait Kebakaran Hutan, Atur Ruang Udara hingga Bandara
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.43
Tinjau Karhutla di Kalsel, Menhut Raja Juli Beber Karakter Gambut saat Api Padam
Berita terkait
Dari 157 Turun ke 11, Kini 44 Hotspot Karhutla Kalsel Muncul Lagi!
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 07.20
Menhut pastikan pembasahan lahan gambut di Kalsel terus dilakukan
ANTARA News · 23 Agustus 2026 pukul 11.57
Presiden Prabowo Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Tambah Armada Water Bombing
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 11.45
Kementerian PU Dukung Penanganan Karhutla di Gambut Kalimantan Selatan
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 08.47