21 Tahun Damai Aceh Ternoda Kericuhan, JK Sebut Ada Pihak yang Tidak Senang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, diwarnai kericuhan setelah rangkaian zikir dan doa bersama berujung pada aksi demonstrasi serta pengibaran bendera bulan bintang. Aparat keamanan TNI dan Polri berupaya mengendalikan situasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai peristiwa tersebut bersumber dari dinamika internal daerah serta ketidakpuasan kelompok kecil terhadap kepemimpinan lokal, bukan perlawanan terhadap pemerintah pusat. Kondisi dinilai semakin rawan akibat ketidakhadiran tokoh utama seperti Gubernur Muzakir Manaf dan Wali Nanggroe Malik Mahmud yang sedang menjalani pengobatan medis di luar negeri.
JK menegaskan bahwa insiden ini bukan representasi mayoritas rakyat Aceh yang tetap mendambakan kedamaian. Ia mengingatkan bahwa masa damai selama 21 tahun beserta dukungan dana otonomi khusus telah menghasilkan kemajuan nyata, sehingga stabilitas yang telah terbangun harus terus dijaga bersama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 06.34
JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan Hari Damai Aceh
Berita terkait
Polda Aceh Usut Kericuhan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.26
Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.27
Usai Ricuh di Hari Damai Aceh, TNI AD Akan Dukung Tugas Polri Tegakkan Hukum
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.36
Heboh Penurunan Merah Putih, Sekjen PKS Yakin Masyarakat Aceh Tetap NKRI
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.32