Banyak Sarjana Menganggur, JK: Kampus Jangan Asal Meluluskan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 menunjukkan bahwa dari total 7,22 juta penganggur di Indonesia, 67 persen atau sekitar 4,8 juta orang adalah lulusan perguruan tinggi. Angkatan kerja muda, termasuk sarjana, mendominasi angka pengangguran ini. Produksi lulusan perguruan tinggi mencapai sekitar satu juta orang per tahun, sementara lapangan kerja yang tersedia terbatas, menciptakan ketimpangan antara pasokan dan permintaan tenaga kerja.
Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan bahwa tingginya pengangguran terpelajar disebabkan oleh supply lulusan yang melebihi demand dunia kerja. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi tidak hanya fokus pada kuantitas lulusan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan industri. Banyak lulusan tinggi terpaksa mengisi posisi di bawah kualifikasi yang dimiliki.
Kalla mengusulkan agar sistem pendidikan perguruan tinggi menilai kembali pendekatannya agar tidak lagi “diamankan” hanya karena lulusan banyak. Fokus harus beralih pada peningkatan kualitas lulusan agar mereka siap bersaing di pasar kerja yang kompetitif.
Bagikan
Berita terkait
JK Dorong Pendekatan Politis Damai untuk Merespons Penembakan 3 ASN di Jayawijaya
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 21.22
PMI Tegaskan Pentingnya Penghijauan Lingkungan, Cegah Bencana Sebelum Terjadi
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 19.45
JK Dorong Perubahan Pendidikan Indonesia: Bukan Banyak Bicara, tapi Banyak Tindakan
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 04.13
JK Nilai Pesantren Harus Lebih Modern: Seimbangkan Akhlak, Ilmu, dan Teknologi
kumparan · 6 September 2026 pukul 04.00