Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Banyak Sarjana Menganggur, JK: Kampus Jangan Asal Meluluskan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 menunjukkan bahwa dari total 7,22 juta penganggur di Indonesia, 67 persen atau sekitar 4,8 juta orang adalah lulusan perguruan tinggi. Angkatan kerja muda, termasuk sarjana, mendominasi angka pengangguran ini. Produksi lulusan perguruan tinggi mencapai sekitar satu juta orang per tahun, sementara lapangan kerja yang tersedia terbatas, menciptakan ketimpangan antara pasokan dan permintaan tenaga kerja.

Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan bahwa tingginya pengangguran terpelajar disebabkan oleh supply lulusan yang melebihi demand dunia kerja. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi tidak hanya fokus pada kuantitas lulusan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan industri. Banyak lulusan tinggi terpaksa mengisi posisi di bawah kualifikasi yang dimiliki.

Kalla mengusulkan agar sistem pendidikan perguruan tinggi menilai kembali pendekatannya agar tidak lagi “diamankan” hanya karena lulusan banyak. Fokus harus beralih pada peningkatan kualitas lulusan agar mereka siap bersaing di pasar kerja yang kompetitif.

Berita terkait