43.805 Pekerja Terkena PHK hingga Juli, Industri Padat Karya Paling Tertekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 43.805 pekerja ter-PHK dari Januari hingga Juli 2026 melalui program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak, yakni sekitar 20,16% dari total. Pengamat ekonomi Yusuf Randy Manilet menyatakan angka ini merupakan batas bawah tekanan pasar kerja karena masih ada pekerja yang belum tercatat dalam data JKP. PHK terkonsentrasi di industri padat karya seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Tekanan industri di sisi hulu disebabkan oleh biaya energi, harga bahan baku impor, lemahnya nilai tukar rupiah, biaya logistik, dan masuknya produk murah ke pasar domestik. Timboel Siregar menambahkan bahwa perizinan yang tidak efisien dan ketergantungan pada bahan baku impor juga menjadi faktor peningkatan biaya produksi. Pemerintah perlu memperbaiki bottleneck pasokan, harga gas, ketersediaan bahan baku, serta mengintegrasikan data BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker untuk memperkuat JKP.
Bagikan
Berita terkait
Gelombang PHK Belum Usai, Lebih dari 43 Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan dalam 7 Bulan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.15
81 Tahun RI Merdeka, Buruh Masih Dihantui PHK dan Sulit Cari Kerja
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.45
Ribuan Pekerja Jatim Terancam PHK, Renny Singgung BLK Jangan Jadi Pabrik Sertifikat
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.10
Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Apindo Deteksi Masalah di Hulu
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 16.59