50 Buku Sehari Tak Bisa Membuat Prabowo Kalahkan Jokowi: Pidatonya Bisa Lebih Jaga Perasaan Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago membandingkan gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pangi menilai Jokowi lebih mampu menjaga perasaan rakyat dalam pidatonya, meskipun Prabowo dikenal memiliki kebiasaan membaca buku sangat banyak, hingga 50 buku per hari. Menurut Pangi, masalah utama bukan pada kemampuan intelektual, tetapi bagaimana pengetahuan diterjemahkan saat berbicara kepada masyarakat.
Kritik Pangi juga menyoroti gestur Prabowo dalam pidato, seperti gerakan yang dianggap mengejek rakyat dan menjulurkan lidah, yang dinilai tidak mencerminkan kewibawaan presiden. Perbandingan ini muncul seiring polemik pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR, di mana ia menyebut upah kupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram untuk Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, yang tidak akurat berdasarkan data lapangan.
Pangi menegaskan bahwa kemampuan menjaga perasaan masyarakat merupakan bagian penting dari komunikasi presiden, karena tidak hanya menyampaikan program tetapi juga harus memahami bagaimana ucapannya diterima oleh publik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.26
Prabowo Duduk Sejajar Jokowi saat HUT ke-81 RI, Gerindra: Cerminan Hubungan Baik
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.02
Polemik 'Pengupas Bawang', GCP Minta Pembuat Naskah Pidato Prabowo Diusut
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.41
Prabowo Duduk Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Gerindra: Cerminkan Hubungan Baik
Berita terkait
Sempat Jadi Pembantunya, Loyalis Jokowi Bongkar Kelakuan Prabowo
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.20
Prabowo Bisa Terus Duduk Manis Melihat Polemik Ijazah Jokowi: Meski Situasinya Memalukan Bangsa...
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 11.13
Said Didu: Jokowi Tidak Rela Serahkan Kekuasaan ke Siapapun, Termasuk Prabowo
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 10.10
Kubu Prabowo Dibuat Sakit Hati dan Kesal Omongan Budi Arie: Padahal Selama Ini Sangat Menghormati...
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 05.20