Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

64,5% Pelaku UMKM Perempuan, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan data BPS 2025, 64,5% pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, sementara di sektor ekonomi kreatif, 58,39% tenaga kerjanya adalah perempuan. Bank Indonesia melalui Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta menekankan pentingnya keberdayaan perempuan yang setara meliputi literasi keuangan, akses layanan keuangan formal, dan ruang pengambilan keputusan ekonomi. Pemberdayaan ini diharapkan memperkuat kesejahteraan keluarga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam acara Inclusion Talk 'Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa' yang diselenggarakan Bank Indonesia, diluncurkan kajian bersama Women's World Banking (WWB) bertajuk 'Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia'. Kajian ini bertujuan menjadi acuan bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pemberdayaan UMKM khususnya pelaku perempuan.

Menteri PPA Arifah Fauzi menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya agenda kesetaraan tetapi juga strategi pembangunan ekonomi inklusif. Ia menekankan perlunya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan karena keberhasilan pemberdayaan perempuan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Bank Indonesia juga terus mengembangkan Program Ekonomi dan Keuangan Inklusif kepada Kelompok Subsisten sejak 2021, yang kini direplikasi di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait