8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Asupan EPA dan DHA, Ini Respons Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi British Journal of Nutrition (2016) menunjukkan 8 dari 10 anak Indonesia usia 4–12 tahun kekurangan asupan EPA dan DHA, nutrisi penting untuk perkembangan kognitif dan fokus belajar. Penelitian Universitas Gadjah Mada (2015) dan Universitas Negeri Surabaya (2016) mengungkapkan anak sekolah cenderung menolak susu plain dan lebih memilih rasa cokelat, sehingga kebutuhan DHA sulit terpenuhi melalui pola makan harian. DHA sebagai komponen utama jaringan otak sangat penting untuk fungsi otak optimal, namun asupan dari makanan tradisional tidak mencukupi.
Industri minuman fungsional merespons kebutuhan ini dengan inovasi. Champion, minuman cokelat pertama di Indonesia yang diperkaya DHA, dirancang khusus untuk anak usia 7–12 tahun. Produk ini menggabungkan cokelat malt untuk energi berkelanjutan, 10 jenis vitamin untuk daya tahan tubuh, dan DHA untuk dukungan fungsi kognitif. Dengan rasa cokelat yang disukai anak, Champion berupaya memenuhi preferensi rasa sekaligus kebutuhan nutrisi otak.
Marketing Director PT Mayora Indah Tbk, Haruman Rustandi, menekankan bahwa pemenuian nutrisi anak harus menjadi pengalaman menenangkan bagi ibu. Melalui kampanye 'Juara Enaknya, Juara Nutrisinya!', Champion berkomitmen mendukung ibu memiliki kepastian memberikan nutrisi optimal sambil menyenangkan anak dengan rasa cokelat yang disukai.
Bagikan
Berita terkait
Pacu Ekosistem Ekonomi di Tingkat Peternak Rakyat, DPR Tegaskan MBG Harus Berlanjut
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 16.33
Champion Bantu Ibu Menjaga Nutrisi Anak Tanpa Drama
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 15.49
Pemerintah Evaluasi Pola Distribusi MBG Usai Kasus Keracunan Massal
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 12.28
Dari Posyandu hingga Gizi Anak, Komitmen Alfamart Dukung Generasi Sehat
Detik.com · 3 September 2026 pukul 20.31