Pemerintah Evaluasi Pola Distribusi MBG Usai Kasus Keracunan Massal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mengevaluasi pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua bulan setelah keracunan massal di Sidoarjo, Jawa Timur. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan dapur MBG tidak ada indikasi penyebab keracupan, melainkan masalah budaya distribusi. Makanan yang dimasak pagi seharusnya dikirim jam 6, namun yang dikirim jam 11 menimbulkan keracunan. Setelah evaluasi, SPPG yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas. Pemerintah mendukung jalur hukum untuk kasus sengaja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 11.31
Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Jadi 730 Orang, Wakil Ketua DPD Minta Penjelasan BGN
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.50
Ponpes di Sidoarjo Usul Kelola MBG Mandiri Usai Santri Keracunan
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 06.40
Waka BGN: Keracunan MBG Lagi Diinvestigasi, Belum Ada Tersangka
JawaPos · 4 September 2026 pukul 23.00
Soroti Keracunan MBG di Sidoarjo, Komisi III DPR Dukung Proses Hukum kepada SPPG Nakal
Berita terkait
Pemerintah Evaluasi Pola Distribusi MBG Usai Kasus Keracumam Massal
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 12.28
Kabar Terbaru dari BGN Soal Korban Dugaan Keracunan Makanan MBG di Sidoarjo
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 22.30
Wamenag Jenguk Santri Korban Keracunan, Minta MBG Tetap Dilanjutkan
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 22.15
BGN Sebut Belum Ada Tersangka Dalam Kasus Keracunan MBG Sidoarjo
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 21.40