Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ada DSI, Nilai Ekspor RI Berpotensi Menggemuk hingga Rp 88,5 T

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menyampaikan potensi optimalisasi nilai ekspor tiga komoditas sumber daya alam (SDA) strategis mencapai US$ 5 miliar atau setara Rp 88,5 triliun (kurs Rp 17.700) per tahun. Tiga komoditas yang menjadi fokus pada tahap awal ini adalah batu bara, minyak kelapa sawit, dan ferroalloy. Potensi nilai tersebut didasarkan pada hasil analisis awal DSI bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan mandat DSI adalah memperkuat visibilitas dalam ekosistem komoditas strategis Indonesia dan meningkatkan pemahaman transaksi ekspor, dinamika pasar, serta optimalisasi nilai bagi perekonomian nasional. Dalam kurun waktu lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor yang mewakili lebih dari US$ 14 miliar dalam nilai ekspor dan lebih dari 90 juta ton komoditas. Perdagangan ini melibatkan lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi, menuju lebih dari 100 negara tujuan. DSI mengintegrasikan data dengan referensi pasar global untuk membangun visibilitas transaksi yang lebih komprehensif, yang menghubungkan harga, volume, kualitas, klasifikasi Harmonized System (HS), kapal pengangkut, dan pasar tujuan ekspor. Direktur Utama DSI, Luke Mahony menegaskan fokus DSI adalah membangun sistem dan kapabilitas untuk mengimplementasikan mandatnya secara kredibel, terukur, dan berkelanjutan. DSI tidak menggantikan fungsi yang telah ada, melainkan melengkapi ekosistem ekspor yang lebih luas dengan memperkuat visibilitas untuk mendukung tata kelola dan pengambilan keputusan yang lebih efektif. Penindakan, perizinan, dan kewenangan regulasi lainnya tetap berada pada kementerian dan lembaga pemerintah terkait.

Berita terkait