Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

'Ada Kuda Troya di Istana': Dugaan Sabotase Citra Prabowo dari Dalam

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menduga adanya desain politik dari lingkaran dalam Istana Negara yang sengaja merusak citra Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sejumlah blunder dalam pidapa Prabowo seolah sengaja dibiarkan terjadi, sehingga memicu kemarahan dan ketidakpuasan publik. Henri menggunakan istilah "kuda Troya" untuk menggambarkan pihak yang tampak loyal namun sebenarnya merupakan musuh politik yang menyusup di dalam istana. Ia menilai kesalahan data dalam pidapa bisa menjadi bahan baku bagi pihak yang ingin merusak citra Prabowo dari dalam. Jika kelemahan pribadi Prabowo seperti mudah lupa atau emosional sering muncul, Henri menyarankan agar ada mekanisme pengaman seperti penggunaan telepromptter atau naskah yang dibaca saat berpidapa. Salah satu blunder paling disorot terjadi saat Sidang Tahunan MPR di Jakarta pada 14 Agustus 2026, ketika Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian wanita bernama Susana dari Bogor dengan klaim bahwa ia menerima upah Rp700 ribu per kilogram bawang yang dikupas. Namun, data resmi Kementerian Perdagangan menunjukkan harga rata-rata bawang merah nasional hanya Rp34.546 per kilogram, dan bawang putih Honan sekitar Rp35.800 per kilogram, jauh di bawah klaim tersebut.

Berita terkait