'Ada Kuda Troya di Istana': Dugaan Sabotase Citra Prabowo dari Dalam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menduga adanya desain politik dari lingkaran dalam Istana Negara yang sengaja merusak citra Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sejumlah blunder dalam pidapa Prabowo seolah sengaja dibiarkan terjadi, sehingga memicu kemarahan dan ketidakpuasan publik. Henri menggunakan istilah "kuda Troya" untuk menggambarkan pihak yang tampak loyal namun sebenarnya merupakan musuh politik yang menyusup di dalam istana. Ia menilai kesalahan data dalam pidapa bisa menjadi bahan baku bagi pihak yang ingin merusak citra Prabowo dari dalam. Jika kelemahan pribadi Prabowo seperti mudah lupa atau emosional sering muncul, Henri menyarankan agar ada mekanisme pengaman seperti penggunaan telepromptter atau naskah yang dibaca saat berpidapa. Salah satu blunder paling disorot terjadi saat Sidang Tahunan MPR di Jakarta pada 14 Agustus 2026, ketika Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian wanita bernama Susana dari Bogor dengan klaim bahwa ia menerima upah Rp700 ribu per kilogram bawang yang dikupas. Namun, data resmi Kementerian Perdagangan menunjukkan harga rata-rata bawang merah nasional hanya Rp34.546 per kilogram, dan bawang putih Honan sekitar Rp35.800 per kilogram, jauh di bawah klaim tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Gibran Disebut 'Ancaman Konstitusional' Terbesar Bagi Prabowo, Ini Logikanya
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 10.40
Dibongkar! Ini Sosok Paling Berbahaya Bagi Prabowo dari Dalam Istana
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 10.20
Blunder Pidato Prabowo, Analisis Pakar: Desain Politik dari Lingkar Istana
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 09.50
Ekonom: Independensi BI Jadi Benteng Terakhir Jika Fiskal Bermasalah
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.01