Ahmad Arif: Presiden Diberi Gambaran Palsu soal Kondisi Asap Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmad Arif mengkritik laporan Kepala BNPB, Suharyanto, yang menyebut kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tetap normal meski terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Arif menilai pernyataan tersebut memberikan gambaran palsu kepada Presiden Prabowo Subianto karena mengabaikan dampak nyata terhadap kualitas udara, kesehatan, serta gangguan layanan publik.
Suharyanto sebelumnya melaporkan dalam Rapat Terbatas bahwa aktivitas sosial dan ekonomi masih berjalan biasa, meski mengakui adanya gangguan pada akses transportasi keluar-masuk wilayah, penerbangan komersial, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Arif menegaskan bahwa normalisasi bencana ini berbahaya karena menutupi kegagalan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak asap yang tebal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 23.39
Kepala BNPB Jelaskan Maksud 'Normal' di Tengah Kabut Asap
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 22.20
Pernyataan Kehidupan Masyarakat Normal di Tengah Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kepala BNPB
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.23
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Berjalan Normal' Saat Karhutla
kumparan · 25 September 2026 pukul 19.54
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Normal' di Tengah Karhutla Kalimantan
Berita terkait
Kepala BNPB Minta Maaf, Luruskan Maksud 'Hidup Normal' Saat Kabut Karhutla
Detik.com · 25 September 2026 pukul 19.14
'Normal dari Mananya?' Warga Kaltim Respons Pernyataan BNPB soal Asap Karhutla
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 12.30
Sumber Air Mengering, Pemadaman Karhutla di Kalimantan Hadapi Tekanan
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 20.11
Potret Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Kalimantan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 20.22