Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

AHY Lewat Pidatonya Bisa Saja Menyindir Prabowo dan Jokowi, Begini Tafsir Politiknya

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato di mana ia menyatakan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, melainkan amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Pernyataan ini dinilai oleh analis Arifki Chaniago dari Aljabar Strategic Indonesia berpotensi menjadi sindiran politik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran maupun pemerintahan sebelumnya di bawah Joko Widodo. AHY menekankan pesan normatif tentang batas waktu kekuasaan, namun pesan ini bisa dibaca sebagai kritik terhadap berbagai manuver politik yang terjadi. Selain isu kekuasaan, AHY juga menyinggung tekanan ekonomi terhadap kelas menengah, serta isu terkait aparatur sipil dan TNI dalam pidatonya.

Arifki menilai pidato AHY juga berpotensi menjadi bagian dari strategi politik Partai Demokrat untuk membaca peluang menuju Pemilu 2029. Pesan tentang fusi politik dan isu-isu sosial-ekonomi menjadi bagian dari upaya partai tersebut untuk menempatkan diri dalam konteks politik yang sedang berkembang. Namun, AHY kemudian memberikan klarifikasi bahwa pidatonya tidak dimaksudkan sebagai pesan politik eksplisit, melainkan sebagai refleksi dan upaya menyemangati kader partai. Ia menegaskan bahwa Demokrat tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan tidak ada niat lain selain kesuksesan pemerintahan tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait