Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AI Diproyeksi Sumbang Rp6.430 Triliun ke PDB Indonesia pada 2030

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Nezar Patria menyatakan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menyumbangkan Rp6.430 triliun atau setara US$366 miliar kepada produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Proyeksi ini didasarkan pada riset Katadata Insight Center yang menunjukkan sekitar 65% masyarakat Indonesia telah menggunakan AI dalam kegiatan sehari-hari. Nezar menekankan bahwa AI telah meresap ke dalam berbagai aspek ekonomi, mulai dari pencarian informasi hingga transaksi, dan menandai pergeseran besar dalam cara ekonomi berfungsi. Namun, realisasi potensi ekonomi AI ini menghadapi tantangan utama dari ketersediaan tenaga kerja digital. Komdigi memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta tenaga digital hingga 2030 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Kebutuhan kompetensi juga berkembang pesat; literasi dasar seperti penggunaan smartphone tidak lagi cukup. Sektor keuangan khususnya membutuhkan profesional yang menguasai data governance, manajemen risiko AI, keamanan siber, dan kemampuan menerjemahkan model AI untuk pengambilan keputusan bisnis. Di sisi lain, perkembangan AI, khususnya Agent AI yang dapat mengambil keputusan dan melakukan transaksi secara mandiri, menimbulkan risiko baru. Nezar menyoroti potensi pola transaksi baru ketika AI berinteraksi dengan AI lainnya, sehingga diperlukan mitigasi dan regulasi yang kuat. Untuk mendukung ekosistem AI, Komdigi mengembangkan program seperti AI Talent Factory dan AI Center of Excellence bersama mitra teknologi dan akademisi. Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Juli 2026 tercatat 22,93 juta akun perdagangan aset keuangan digital dengan nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun.

Berita terkait