DSI Bongkar 6.500 Transaksi Ekspor, Telusuri Potensi Under Invoicing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah melacak sekitar 6.500 transaksi ekspor komoditas Indonesia melalui platform digitalnya. Data awal menunjukkan total volume ekspor mencapai 90 juta ton, melibatkan 50 pelabuhan di 25 provinsi dengan tujuan pengiriman ke sekitar 100 negara. Dari pemetaan ini, terdapat potensi nilai transaksi sebesar USD 5 miliar yang masih membutuhkan validasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi praktik under invoicing.
Managing Director Business 3 Danantara Asset Management, Febriany Eddy menjelaskan bahwa pengembangan sistem DSI bertujuan memperkuat tata kelola dan mengurangi celah dalam perdagangan sumber daya alam (SDA). Platform digital berbasis data dilengkapi dengan delapan mesin analitik untuk menganalisis berbagai aspek transaksi seperti harga, kuantitas, kualitas, afiliasi, pengiriman, negara tujuan, dan penerimaan. Sistem ini dirancang untuk mengurangi intervensi manusia dalam proses pengawasan ekspor.
Seluruh informasi dikonsiliasi dengan menelusuri alur dokumen, pergerakan fisik barang, dan pembayaran secara end to end untuk memastikan keabsahan transaksi dan mendeteksi potensi kebocoran penerimaan negara.
Bagikan
Berita terkait
Bos Freeport Tony Wenas Ditunjuk Jadi Komisaris DSI
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 20.01
Susunan Lengkap Dewan Komisaris-Direksi DSI, Ada Bos Freeport
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.23
Setelah Batu Bara dan CPO, DSI Siap Perluas Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 22.07
DSI Pantau Transaksi Ekspor Tiga Komoditas Strategis Rp1.239 T
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.27