AI Gerus Industri Padat Karya, James Riady Soroti Nasib Pekerja RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442393/original/056161700_1765535838-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_16.14.05_7340cfd8.jpg)
CEO Lippo Group, James Riady, memperingatkan bahwa Revolusi Industri 4.0, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan robotika, terus menggerus industri padat karya di Indonesia dan negara lain. Perubahan teknologi ini menyebabkan kebutuhan tenaga kerja manusia di sektor manufaktur tradisional semakin berkurang dari hari ke hari.
James menekankan bahwa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program reskilling atau pelatihan ulang menjadi kunci agar Indonesia tetap kompetitif. Pemerintah dinilai menyadari ancaman ini dan sedang berupaya melatih ulang sekitar 60 juta pekerja agar dapat memasuki industri baru. Selain itu, pemerintah juga membagi pusat-pusat industri secara strategis, seperti pembangunan kawasan industri di Jawa Tengah untuk menampung pekerja padat karya, sementara Jakarta akan bergerak ke arah teknologi dan investasi berbasis modal. Integrasi antara kesiapan SDM dan infrastruktur industri ini diharapkan dapat mengubah tantangan teknologi menjadi peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Fenomena Jobless Boom: Ekonomi Tumbuh Pesat, Lapangan Kerja Menyusut
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.19
Said Abdullah Ungkap Catatan di Balik Ekonomi 5,29 Persen
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.01
Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5,29%
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.51
Pengguna Gemini Sudah Bisa Hapus Watermark, Begini Caranya
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.21