AI Pemerintah Tak Boleh Asal Jadi, Komdigi Minta Sesuai Kondisi Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti kepercayaan publik sebagai tantangan utama dalam penerapan AI di pemerintahan. Wakil Menteri Nezar Patria menekankan bahwa keberhasilan AI tidak didefisikan oleh kecanggihan teknologi, melainkan dampak nyata terhadap layanan publik. Ia menyatakan ukuran keberhasilan meliputi layanan yang lebih baik, keputusan yang lebih baik, akses yang lebih adil, dan martabat dalam interaksi masyarakat dengan negara.
Nezar menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan masyarakat yang beragam, sehingga penerapan AI memerlukan penyesuaian daerah. Teknologi yang berhasil di satu wilayah belum tentu efektif di daerah lain tanpa adaptasi bahasa, norma, data, dan pola kebutuhan lokal.
Ia menegaskan bahwa AI hanya memberi nilai publik bila memenuhi kebutuhan manusia nyata, didukung lembaga kompeten, diatur perlindungan yang jelas, dan dibentuk melalui kolaborasi. Penekanan utama adalah apakah warga merasa pemerintah menjadi lebih mampu, responsif, inklusif, dan layak dipercaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 16 September 2026 pukul 14.30
Komdigi: Kepercayaan Publik jadi Ujian Utama bagi Pemerintah dalam Adopsi AI
Berita terkait
Menkomdigi Meutya Dorong Digitalisasi Layanan Publik, Jangan Sampai Warga Harus Datang Berulang Kali
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 17.46
50 Juta Warga Bakal Serbu Portal Bansos, Komdigi Siapkan Tes Besar-besaran
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 14.14
50 Juta Masyarakat Diproyeksikan Akses Portal Bansos, Komdigi Siapkan Uji Sistem
JawaPos · 10 September 2026 pukul 20.15
Komdigi: Era Digitalisasi Tak Cukup Kejar Koneksi Internet
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.29