Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

AI Pemerintah Tak Boleh Asal Jadi, Komdigi Minta Sesuai Kondisi Daerah

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti kepercayaan publik sebagai tantangan utama dalam penerapan AI di pemerintahan. Wakil Menteri Nezar Patria menekankan bahwa keberhasilan AI tidak didefisikan oleh kecanggihan teknologi, melainkan dampak nyata terhadap layanan publik. Ia menyatakan ukuran keberhasilan meliputi layanan yang lebih baik, keputusan yang lebih baik, akses yang lebih adil, dan martabat dalam interaksi masyarakat dengan negara.

Nezar menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan masyarakat yang beragam, sehingga penerapan AI memerlukan penyesuaian daerah. Teknologi yang berhasil di satu wilayah belum tentu efektif di daerah lain tanpa adaptasi bahasa, norma, data, dan pola kebutuhan lokal.

Ia menegaskan bahwa AI hanya memberi nilai publik bila memenuhi kebutuhan manusia nyata, didukung lembaga kompeten, diatur perlindungan yang jelas, dan dibentuk melalui kolaborasi. Penekanan utama adalah apakah warga merasa pemerintah menjadi lebih mampu, responsif, inklusif, dan layak dipercaya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait