Airlangga Dorong Revisi RUPTL Buat Penuhi Kebutuhan Listrik RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk menyesuaikan dengan proyeksi kebutuhan energi Indonesia. Kebutuhan energi diperkirakan mencapai 700-800 TWh pada 2030, sementara RUPTL saat ini hanya merencanakan tambahan pembangkit sebesar 69,5 GW. Pemerintah juga menargetkan pengembangan energi surya hingga 100 GWp untuk mempercepat transisi energi dan mencapai net zero emission pada 2060. Pembangunan jaringan listrik sepanjang 47.758 km termasuk smart grid menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan industri digital seperti data center dan AI. Selain itu, penandatanganan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di Manila pada November diharapkan meningkatkan permintaan sektor digital ASEAN dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Satu Pembangkit Listrik Nuklir Masuk Roadmap PLN, Operasi Perdana Diproyeksi 2037
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.00
Bidik Sektor Kelistrikan Indonesia, Kayak Analytics Andalkan AI untuk Pantau Kondisi Aset
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 19.55
Ada Proyek PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Revisi Rancangan Kelistrikan RI
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.15
El Nino Terbukti Berdampak ke RI, Listrik di Sulawesi Berkurang 650 MW
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 13.28