Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga Dorong Revisi RUPTL Buat Penuhi Kebutuhan Listrik RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk menyesuaikan dengan proyeksi kebutuhan energi Indonesia. Kebutuhan energi diperkirakan mencapai 700-800 TWh pada 2030, sementara RUPTL saat ini hanya merencanakan tambahan pembangkit sebesar 69,5 GW. Pemerintah juga menargetkan pengembangan energi surya hingga 100 GWp untuk mempercepat transisi energi dan mencapai net zero emission pada 2060. Pembangunan jaringan listrik sepanjang 47.758 km termasuk smart grid menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan industri digital seperti data center dan AI. Selain itu, penandatanganan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di Manila pada November diharapkan meningkatkan permintaan sektor digital ASEAN dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun.

Berita terkait