Ada Proyek PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Revisi Rancangan Kelistrikan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM bersama PT PLN sedang menyusun revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 untuk mendukung target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa penyesuaian RUPTL diperlukan agar program PLTS memiliki landasan perencanaan dan regulasi yang jelas. "Pasti kita akan melakukan penyesuaian revisi RUPTL. Karena tidak mungkin program jalan tanpa ada landasan aturannya," katanya.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai kapasitas terpasang PLTS 100 GW paling lambat pada 2029. Target ini menjadi prioritas pemerintah dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari transisi ke energi hijau. Prabowo menekankan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Pemerintah menilai percepatan pengembangan PLTS sebagai langkah strategis menghadapi ketidakpastian geopolitik, khususnya di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi nasional. Sebagai antisipasi, pemerintah juga mengembangkan sumber energi lain seperti panas bumi dan produksi bahan bakar nabati (biofuel) termasuk biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 14.30
Bahlil Godok Revisi RUPTL PLN demi Jalankan Program PLTS 100 GWp
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 13.54
Bahlil Siap Pangkas Birokrasi demi Kejar PLTS 100 GWp
Berita terkait
Bahlil Siapkan Aturan Baru, Tender PLTS 100 GW Dijamin Kilat!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.15
Prabowo: PLTS Terapung Saguling Masuk Program 100 GWp, Progres Capai 47 Persen
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.40
Bahlil Bicara Politik di Proyek PLTS Bali: Mengelola Negara Jangan Lihat Warna
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 07.15
Bahlil Bakal Tawarkan 7 PLTS ke Swasta, Danantara Ambil Alih Jika Tak Laku
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.05