Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Ada Proyek PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Revisi Rancangan Kelistrikan RI

Kementerian ESDM bersama PT PLN sedang menyusun revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 untuk mendukung target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa penyesuaian RUPTL diperlukan agar program PLTS memiliki landasan perencanaan dan regulasi yang jelas. "Pasti kita akan melakukan penyesuaian revisi RUPTL. Karena tidak mungkin program jalan tanpa ada landasan aturannya," katanya.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai kapasitas terpasang PLTS 100 GW paling lambat pada 2029. Target ini menjadi prioritas pemerintah dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari transisi ke energi hijau. Prabowo menekankan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Pemerintah menilai percepatan pengembangan PLTS sebagai langkah strategis menghadapi ketidakpastian geopolitik, khususnya di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi nasional. Sebagai antisipasi, pemerintah juga mengembangkan sumber energi lain seperti panas bumi dan produksi bahan bakar nabati (biofuel) termasuk biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait