Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga Pastikan RI Tak Kena Sanksi AS Meski Impor Minyak Rusia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, memastikan Indonesia tidak akan dikenai sanksi tarif 100 persen oleh Amerika Serikat atas pembelian minyak mentah dari Rusia. Impian ini terwujud melalui kontrak government to government (G2G) yang masuk dalam 'window' pengecualian sanksi AS ketika terdampak disrupsi pasokan energi global seperti blokade Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia telah mengirim 770.000 barel minyak mentah Rusia ke Pelabuhan Balikpapan dengan nilai USD 75 juta melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Sementara itu, undang-undang AS memungkinkan Presiden Trump menjatuhkan sanksi hingga 100 persen terhadap negara pembeli minyak Rusia, namun Indonesia berhasil menghindari dampaknya berkat kesepakatan G2G. Airlangga juga menyatakan bahwa dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS masih menunggu revisi dan ratifikasi final, dengan perkiraan keputusan tarif dapat diketahui dalam dua minggu ke depan.

Berita terkait