Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tren belanja online di Indonesia tetap positif, dengan jumlah penjual video commerce mencapai sekitar 800 ribu dan transaksi sekitar Rp 2,6 miliar. Jumlah penjual video commerce ini meningkat hampir 75% akibat perubahan pola belanja masyarakat yang kini beralih ke model dual channel atau omni channel. Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan perdagangan domestik dan program 'Belanja di Indonesia Saja' yang diluncurkan bersama Menteri Perdagangan dan Hippindo. Strategi ini bertujuan mendorong pelaku usaha mengembangkan kanal online dan offline secara bersamaan untuk menawarkan produk yang inovatif dan kompetitif.

Pemerintah juga menggandeng sektor wisata belanja (shopping tourism) sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pada semester I 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 7,45 juta orang, naik 5,71% secara tahunan. Di samping itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dalam negeri mencapai 630,41 juta perjalanan, meningkat 2,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah menilai mobilitas ini membuka peluang besar bagi sektor ritel, kuliner, seni budaya, dan promosi produk lokal.

Airlangga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan kualitas produk agar minat belanja masyarakat di dalam negeri tetap tinggi. Pemerintah akan terus bekerja sama dengan para pelaku ritel untuk memastikan stok produk cukup dan kompetitif, sekaligus mendorong wisatawan asing dan lokal untuk lebih banyak belanja di dalam negeri. Dengan demikian, sektor ritel diharapkan tetap menjadi pilar andalan dalam menopang ketahanan dan pertumbuhan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait