Airlangga Sebut RI Harus Kejar AI-Semikonduktor untuk Saingi Ekonomi Vietnam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 9 persen, Indonesia perlu mempercepat pengembangan industri berbasis teknologi tinggi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI). Saat ini, kontribusi industri terhadap PDB Indonesia masih di bawah 20 persen, sehingga perlu ditingkatkan. Pengembangan hilirisasi pada 28 komoditas diproyeksikan memerlukan investasi USD 618 miliar, yang dapat meningkatkan nilai ekspor hingga USD 857 miliar dengan nilai tambah USD 235,9 miliar. Saat ini, nilai ekspor Indonesia mendekati USD 500 miliar. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat industri pada tingkat ketiga (tier 3) seperti AI untuk saingan ekonomi. Luas area KEK Indonesia sekitar 24.000 hektare, jauh lebih kecil dari Vietnam yang mencapai 2 juta hektare. Vietnam juga lebih dulu menandatangani CEPA dengan Uni Eropa dan memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dari AS. Berdasarkan data Kementerian Statistik Vietnam, PDB negara tersebut naik 9,95 persen pada Juli-September 2024, menjadi yang tercepat sejak kuartal III 2022.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.09
Ada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Ekonom: Sejalan dengan Prioritas Pemerintah
Berita terkait
Kata-Kata Menperin Sarmuji Usai Ngaku Belum Empat Mata dengan Prabowo
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.45
Jadi Menko Hilirisasi, Bahlil Sempat Targetkan Megaproyek Rp618 T
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.10
Hilirisasi Nikel Perkuat Ekonomi di Sulawesi, Industri Makin Tumbuh
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.28
BPDP Resmi Buka Program Pangan & Hilirisasi 2026, Dorong UMKM, Perguruan Tinggi Daftar
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.23