Akbar Faizal Minta Gibran Lebih Berguna, Loyalis Jokowi: Anda Cuma Podcaster Omon-omon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politikus Akbar Faizal meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lebih aktif menjelaskan risiko artificial intelligence (AI) dan mengkritik kunjungan Gibran ke anak-anak yang mengalami keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akbar menilai penjelasan soal risiko AI lebih penting dibandingkan kegiatan lapangan Gibran, dan menduga Gibran ingin memanfaatkan situasi untuk keuntungan politik.
Loyalisan Presiden Joko Widodo, Dede Budhyarto, merespons kritik Akbar dengan mempertanyakan kredibilitasnya. Dede menyoroti latar belakang Akbar yang bukan pejabat negara, melainkan podcaster dan komentator. Ia juga mengkritik pergantian partai Akbar sebelumnya, dari Demokrat, Hanura, hingga NasDem, dan menyebutnya sebagai politisi yang tidak konsisten.
Dede menegaskan bahwa memberi pendapat adalah hak warga, namun menilai sikap Akbar yang menggurui Wakil Presiden sebagai berlebihan. Ia menekankan bahwa posisi sebagai podcaster tidak memberi otoritas untuk menilai tugas resmi Wakil Presiden.
Bagikan
Berita terkait
Di balik Kunjungan Korban MBG, Akbar Faizal Sentil Gibran Cuma Mau Berburu Poin Politik!
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 10.59
Kritik Menohok Akbar Faizal ke Gibran: Cuma Rutin Besuk Korban MBG Tapi Abaikan Bahaya AI, Sesekali Jadilah Berguna!
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 10.31
Gibran Minta MBG Tak Dimakan, Palti Hutabarat: Gak Dibelain Koalisi Sih
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 10.15
Bertolak ke Batang, Gibran Pastikan Investigasi Keracunan MBG Tuntas
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.45