Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Akui Harga Beras Naik, Zulhas Ungkap Biang Keroknya

Harga beras di pasaran mengalami kenaikan akibat musim kemarau kering yang menyebabkan produksi padi menurun. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa kondisi paceklik membuat pasokan beras berkurang, sehingga harga naik sesuai hukum supply and demand. Kenaikan harga beras dapat mencapai Rp100 hingga Rp200 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas beras.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengalami kemarau basah hingga Desember, kondisi tahun ini lebih ekstrim sehingga menurunkan hasil panen petani. Untuk mengatasi kenaikan harga, pemerintah menambah alokasi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Beras subsidi ini akan disalurkan pada periode Oktober hingga Desember 2026 dengan harga jual diperkirakan Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa tambahan alokasi 1 juta ton tersebut melebihi usulan awal Bulog yang hanya sekitar 400 ribu ton. Selain itu, pemerintah juga merapel bantuan pangan bagi 33 juta masyarakat penerima manfaat dengan jumlah 30 kg per orang sekaligus, yang totalnya mencapai sekitar 900 ribu hingga 1 juta ton beras.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait