Alasan Dedi Mulyadi Belum Mau Tinggalkan Gerindra ke PSI Terungkap, Nama Anies dan Pramono Ikut Disebut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis politik dan militer Universitas Nasional, Doktor Selamat Ginting, menyatakan bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kemungkinan belum ingin beralih dari Gerindra ke PSI secara mendesak. Menurutnya, Dedi lebih kuat bertahan di Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, sambil membangun komunikasi dengan berbagai poros politik seperti Poros Solo, Poros Lebak Bulus (Anies Baswedan), dan Poros Teuku Umar (Pramono Anung). Dengan demikian, Dedi dapat mempertahankan posisinya tanpa harus bergabung langsung ke PSI.
Ginting juga menyoroti dinamika politik Jakarta sebagai cerminan pertarungan nasional. Pada Pilkada DKI 2017, Prabowo mendukung Anies Baswedan hingga kemenangan, namun pada 2024, Pramono Anung yang didukung Prabowo berhasil mengalahkan kandidat yang didukung rezim Jokowi. Hal ini menunjukkan ketidakpastian aliansi politik.
Berdasarkan dinamika ini, Ginting memprediksi munculnya berbagai kombinasi calon presiden pada Pilpres 2029, seperti Pramono-KDM atau Pramono-Anies. Kombinasi figur dengan basis dukungan berbeda ini dianggap menjadi ancaman atau peluang bagi Prabowo dalam menghitung strategi elektoral.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 08.40
Said Abdullah Ungkap Momen Prabowo Takziah ke Rumah Megawati
Berita terkait
Nyali KDM Ciut Menuju 2029? Pengamat Ragukan Dedi Mulyadi Ikuti Jejak Pembangkangan Jokowi
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 10.40
Punya Basis Massa, Anies Belum Tentu Jadi Lawannya Prabowo Namun Bisa Tiba-tiba Dirangkul Jokowi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 13.43
Koalisi Mengejutkan: Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan di Pilpres 2029?
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 04.30
Bila Diasingkan Gerindra, Jamiluddin Ritonga: Ada Potensi Dedi Gabung Anies Pada Pilpres 2029
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.27