Ambisi Data Center di Antariksa, Google Hitung Butuh 1.800 Peluncuran Starship
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Google sedang mengembangkan infrastruktur komputasi kecerdasan buatan (AI) di orbit melalui Project Suncatcher, namun menghadapi tantangan besar terkait kebutuhan peluncuran roket dalam jumlah massal. Dalam kajian yang diterbitkan di jurnal Joule, Google memperkirakan bahwa membangun data center orbital akan membutuhkan sekitar 1.800 penerbangan Starship dalam 10 tahun, dengan asumsi setiap penerbangan membawa 200 ton muatan ke orbit. Hal ini setara dengan 180 penerbangan Starship per tahun, jauh di atas frekuensi maksimal yang pernah dicapai hingga kini. Google menegaskan kajian ini bukan sebagai studi kelayakan ekonomi, tetapi sebagai upaya memetakan potensi penurunan biaya peluncakan seiring perkembangan teknologi roket. Perusahaan memperkirakan biaya peluncakan dapat turun hingga US$200 per kilogram pada 2035 jika tren penurunan biaya SpaceX berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 21.16
Google Luncurkan Gemini 4 Argon, Dorong Persaingan AI ke Pertahanan Siber
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.25
Google Umumkan Gemini 4 Argon, Diklaim Jadi Model AI Paling Kuat
Berita terkait
Google Siap Uji Coba Pusat Data AI di Luar Angkasa
Detik.com · 26 September 2026 pukul 06.30
Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 09.39
Google Siapkan Gemini 4 Pro, Ungguli Pesaing dalam 3D Rendering
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 08.00
Roket Starship SpaceX Meluncur ke Orbit Malam Ini
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 19.59