Amran Klaim BBM Hijau E50-B50 Bisa Hemat Devisa Rp500 T per Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim penerapan BBM nabati E50 dan B50 berpotensi menghemat devisa negara hingga US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun melalui pengurangan impor energi. Program ini akan menggunakan singkong, tebu, dan jagung sebagai bahan baku etanol dengan kebutuhan lahan antara 1 hingga 2 juta hektare. Pemerintah memprioritaskan penggunaan lahan agroforestri dan lahan yang telah dilepaskan sebelum mempertimbangkan pelepasan kawasan hutan.
Implementasi campuran etanol direncanakan bertahap, dimulai dari E20 pada 2029, E40 pada 2030-2031, hingga mencapai E50. Pembangunan pabrik etanol akan didanai oleh BUMN dan swasta. Selain pengembangan E50, pemerintah juga fokus pada optimalisasi sumur minyak tua dan pengelolaan profesional terhadap 45 ribu sumur rakyat untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 22.41
Mentan Amran siapkan 2 juta hektare untuk pengembangan bioetanol
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 18.00
Amran Melibatkan 44 Bupati Perkuat Pengembangan Industri Bioetanol
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.14
Garap Etanol, Pemerintah Mau Buka Lahan Tebu, Singkong, Jagung 2 Juta Ha
Berita terkait
Ketika Pompa Irigasi Lancar Aliri Sawah di Kalijaran Cilacap Berkat PLTS
kumparan · 16 September 2026 pukul 14.00
Gubernur Mirza Dorong Lampung Jadi Pusat Pengembangan Bioetanol Nasional
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.12
Permintaan Global Naik, tapi Filipina Putuskan Hentikan Ekspor Ube
kumparan · 14 September 2026 pukul 03.00
Indonesia-Uruguay Jajaki Peluang Kerja Sama di Sektor Pertanian, Ketahanan Pangan hingga Energi Terbarukan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 18.45