Anak Pejabat RI Rela Hidup Melarat, Tak Mau Jual Nama Besar Orang Tua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat, putra tunggal Pahlawan Nasional R.A. Kartini, memilih hidup sederhana dan menolak memanfaatkan nama besar orang tuanya. Meskipun berhak menjabat Bupati Rembang seperti ayahnya, Soesalit menolak dan memilih karier militer pada 1943. Ia bergabung dengan PETA, naik pangkat cepat, dan pada 1946 menjadi Panglima Divisi II Diponegoro yang mengamankan Ibu Kota di Yogyakarta. Di perwakilan pemerintahan sipil, ia juga menjadi Penasihat Menteri Pertahanan. Atasan Jenderal A.H. Nasution menyaksikan Soesalit menjaga kebersahajaannya sehingga hidup melarat hingga meninggal pada 17 Maret 1962.
Bagikan
Berita terkait
Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.45
Momen Khidmat TNI-Polda Riau di Malam Renungan Suci Sambut HUT ke-81 RI
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.33
Iran Umumkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.28
Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci, Presiden Prabowo Teguhkan Tekad Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 07.12