Perempuan-perempuan Iran Angkat Senjata setelah Negara Mereka Diancam Dilenyapkan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perempuan-perempuan Iran mengikuti pelatihan militer dasar di Teheran sebagai bagian dari kampanye rakyat "Pengorbanan untuk Iran" setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melenyapkan negara tersebut. Pelatihan ini mencakup penggunaan senjata api, drone kecil, rudal anti-tank, dan pertolongan medis taktis. Pusat pelatihan yang diresmikan akhir Maret ini berdasarkan konsep "pertahanan rakyat" yang berakar pada Perang Iran-Irak pada 1980-an. Komandan pasukan paramiliter Basij Hojjatoleslam Hossein Taeb hadir dalam upacara pembukaan. Jumlah sukarelawan sipil, termasuk puluhan perempuan, yang mendaftar meningkat drastis di tengah ketegangan militer AS-Israel terhadap Republik Islam Iran. Peserta mendaftar secara daring dan dapat memilih melanjutkan ke tahap pelatihan lanjutan setelah menyelesaikan pelatihan dasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.33
Trump Ingin Nego Lagi tapi Iran Tak Sudi
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.08
Trump Minta China Tak Bantu Iran, Ini Respons Xi Jinping
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 17.45
Konflik AI Militer Memanas, Trump Gelar Pertemuan Khusus dengan Bos Anthropic
Detik.com · 28 September 2026 pukul 17.42
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Berita terkait
6 Poin Pidato Trump di Sidang PBB: Iran, Nama Baru AI dan Negara Gagal
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.00
Iran Minta AS Terima Kenyataan Jet Tempurnya Mudah Diburu dan Dihancurkan
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 07.31
Sebut Iran Inginkan Kesepakatan, Trump: Kita Lihat Gimana Hasilnya Nanti
Detik.com · 17 September 2026 pukul 10.29
Trump Berubah Sikap soal Perang Iran: Bisa Berakhir Sebelum 3 November
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.57