Anggaran BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg Dipangkas, Wamenkeu: Kebijakan Subsidi Energi Terus Diperbaiki
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah dan DPR RI menyepakati anggaran subsidi energi dalam APBN 2027 sebesar Rp 261,5 triliun, turun Rp 11,44 triliun dari alokasi sebelumnya. Pemangkasan utama terjadi pada subsidi BBM dan LPG 3 kg yang turun menjadi Rp 131,39 triliun, sementara subsidi listrik tetap di angka Rp 130,11 triliun.
Wamenkeu Juda Agung menjelaskan bahwa perbaikan kebijakan dilakukan agar subsidi lebih tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu, kendaraan CC rendah, dan listrik kVA rendah. Langkah ini diambil untuk menjaga fleksibilitas fiskal, mengingat kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 6,1 dapat meningkatkan defisit anggaran hingga Rp 6,8 triliun. Pemerintah akan menyempurnakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data penerima subsidi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 17.44
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Juda Agung: Beliau Kuasai Banyak Aspek
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.30
DPR Usulkan Subsidi BBM Cs Diganti ke Orang, Ini Tanggapan ESDM
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 11.21
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini, dari Pertalite sampai Pertamax
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 07.00
Kompor Listrik Masih Belum Siap Menggantikan LPG 3 Kilogram
Berita terkait
Volume Subsidi Energi Turun, tetapi DTSEN Terus Disempurnakan
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 15.52
Pangkas Porsi BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg, Subsidi Energi 2027 Disepakati Rp 261,5 Triliun
JawaPos · 29 September 2026 pukul 17.15
Subsidi Energi 2027 Dipangkas Rp11,44 Triliun, DPR Ungkap Alasannya
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 15.11
Anggaran Subsidi Energi 2027 Dipangkas Jadi Rp 261,5 Triliun
kumparan · 29 September 2026 pukul 14.01