Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Anggaran Pertahanan Disorot, Prabowo: Termasuk Paling Kecil

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti bahwa anggaran pertahanan Indonesia masih termasuk paling kecil di kawasan ASEAN dan belum mencapai 2 persen dari PDB. Dalam keterangannya, Prabowo menjelaskan bahwa besarnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia menuntut untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan secara merata. Ia membandingkan alokasi anggaran pertahanan Indonesia yang berada di kisaran 0,9 persen PDB dengan Singapura yang mengalokasikan lebih dari 3 persen PDB.

Pemerintah mengalokasikan anggaran fungsi pertahanan sebesar Rp189 triliun dalam RAPBN 2027, naik dari Rp187,1 triliun pada 2026. Angka ini menjadi salah satu alokasi terbesar setelah Badan Gizi Nasional (BGN) yang mendapatkan Rp240,2 triliun. Prabowo menekankan bahwa penguatan anggaran pertahanan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dengan pengawasan wilayah dan kekayaan alam Indonesia.

Menurut Prabowo, kehadiran unsur pertahanan perlu disesuaikan dengan luas wilayah yang harus dijaga, termasuk 514 kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia juga menyinggung masalah illegal logging, illegal mining, dan kebun-kebun liar yang terjadi akibat keterbatasan pengawasan di wilayah tersebut. Dengan alasan ini, Prabowo menekankan perlunya penguatan sistem pertahanan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait