Antrean 15 Km Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Bukan karena Kapal Kurang, Ini Biang Keladinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Antrean kendaraan hingga 15 km di Pelabuhan Ketapang bukan disebabkan kurangnya armada kapal, melainkan kerusakan infrastruktur dermaga dan sistem operasional. Dari 56 kapal berizin, hanya 23 unit yang beroperasi harian. Masalah utama terletak pada penutupan Dermaga Movable Bridge (MB) II sejak 21 Agustus dan kerusakan dolphin fender di Dermaga Bulusan, serta kurangnya jumlah dermaga di Gilimanuk.
Upaya penguraian antrean dilakukan melalui pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB), di mana kapal kembali ke Ketapang tanpa muatan dari Gilimanuk. Namun, efektivitas pola ini tetap bergantung pada kapasitas dermaga. GAPASDAP mendorong percepatan perbaikan dermaga dan mengusulkan pemangkasan waktu sandar kapal dari 36 menit menjadi 20–25 menit untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.19
KAI Properti Tingkatkan Kapasitas dan Kenyamanan Stasiun Bogor Melalui Pengembangan Fasilitas Perkeretaapian
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.00
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Uji Coba Hari Ini, Investasi Rp4,1 T
kumparan · 10 September 2026 pukul 12.00
Mengenang Rencana Megaproyek Era Kolonial: Kereta Gantung Padang–Sitinjau Lauik
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 14.36
Jasa Marga: Tol Yogya-Bawen Seksi 6 akan beroperasi November tahun ini
Berita terkait
5 Stasiun Baru LRT Jakarta Fase 1B Beroperasi Terbatas Mulai Hari Ini
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 11.18
Jasa Marga Kebut 5 Proyek Tol Baru, Mayoritas Ditarget Beroperasi 2026-2027
kumparan · 9 September 2026 pukul 13.51
Arus Kendaraan Menuju Ketapang Mulai Lancar, Antrean di Gilimanuk Masih 500 Meter
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 12.07
5 Negara Pemilik Kereta Bawah Tanah Terpanjang di Dunia
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 08.00