Antrean di SPBU Sumatera-Kalimantan, CESS: Jangan Langsung Simpulkan Stok BBM Nasional Menipis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Antrean panjang kendaruan logistik di sejumlah SPBU di Sumatera dan Kalimantan untuk mengisi solar bersubsidi tidak serta-merta berarti stok BBM nasional kekurangan. Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak, menjelaskan bahwa kondisi antrean perlu dilihat dari berbagai tingkat distribusi, mulai dari stok nasional, regional, terminal BBM, hingga stok di SPBU. Jika stok di tingkat nasional dan regional masih aman, maka faktor seperti distribusi, logistik, penyaluran, atau penyimpangan perlu ditelusuri lebih lanjut. Ali menekankan bahwa wilayah dengan infrastruktur dan konektivitas transportasi terbatas, sepert di Sumatera dan Kalimantan, lebih rentan mengalami gangguan pasokan BBM dibandingkan dengan Jawa yang memiliki pilihan moda transportasi lebih beragam. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan secara menyeluruh dari rantai distribusi atas ke bawah untuk menentukan akar penyebab sebenarnya.
Bagikan
Berita terkait
Bahlil Respons Antrean di SPBU Sulsel: Stok BBM Aman untuk 18-20 Hari
kumparan · 16 September 2026 pukul 14.07
Pemerintah Segel 50 Perusahaan Pemicu Kebakaran Hutan
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 07.55
Antrean SPBU Kian Mengular, Bahlil: Makanya yang Orang Mampu Tolong Lah Kita
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 07.35
Bahlil Siapkan Aturan Larang Orang Kaya 'Minum' BBM Subsidi
Detik.com · 17 September 2026 pukul 07.30