Apa yang terjadi jika salah isi BBM? Ini dampaknya pada mesin mobil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi mesin kendaraan berdampak buruk pada performa dan dapat menyebabkan kerusakan serius. Setiap kendaraan dirancang untuk jenis BBM tertentu, seperti bensin dengan angka oktan RON 92 atau RON 95 untuk mesin bensin, dan solar untuk mesin diesel. Salah isi BBM, misalnya mengisi bensin dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi, mengakibatkan pembakaran tidak sempurna, tenaga mesin menurun, konsumsi BBM boros, serta kemungkinan knocking atau ngelitik. Dalam jangka panjang, hal ini mempercepat keausan komponen mesin. Kesalahan yang lebih parah adalah jika mesin bensin diisi solar atau sebaliknya. Solar membutuhkan kompresi tinggi untuk terbakar, sedangkan mesin bensin bergantung pada busi; sehingga mesin bensin tidak mampu membakar solar, menyebabkan mesin tersendat dan mati. Sebaliknya, bensin pada mesin diesel tidak memberikan pelumasan yang diperlukan pompa bahan bakar bertekanan tinggi, berpotensi merusak injektor dan komponen lain. Biaya perbaikan bisa mencapai jutaan rupiah. Gejala salah isi BBM meliputi mesin ngelitik, tenaga berkurang, dan konsumsi BBM boros. Jika terjadi, jangan nyalakan mesin; dorong kendaraan ke bengkel untuk dikuras tangkinya. Pencegahan dengan memperhatikan rekomendasi pabrikan pada buku manual atau tutup tangki, serta konfirmasi jenis nozzle di SPBU.
Bagikan
Berita terkait
ESDM soal Harga BBM Nonsubsidi Tak Berubah di Oktober: Sudah Sesuai Keekonomian
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 16.52
Harga Pertamax Tetap Rp15.950 per Liter, Wamen ESDM: Saya Cek Lagi
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 16.34
Pakar Dorong Pencegahan Menyeluruh Untuk Atasi Karhutla
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 16.29
Harga BBM Pertamax Cs Oktober 2026 Kompak Ditahan, Ini Kata Wamen ESDM
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.40