AS Klaim Tarif ke 60 Negara Tak Berdampak ke Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat Perwakilan Dagang AS (USTR), Jamieson Greer, menyatakan tarif baru 10% dan 12,5% yang diterapkan Presiden Donald Trump terhadap 60 mitra dagang tidak berdampak besar pada ekonomi AS. Menurut Greer, tarif tersebut mirip dengan tarif global sementara sebelumnya sehingga tidak mengubah kondisi ekonomi yang sudah berlangsung. Tarif baru hanya dikenakan pada kelompok negara tertentu, tetapi tetap mencakup sekitar 99,4% impor AS. Greer juga mengungkapkan USTR masih menyelidiki kelebihan kapasitas industri di 16 mitra dagang utama, termasuk China, Vietnam, Meksiko, dan Uni Eropa, berdasarkan Section 301 Trade Act 1974. Penyelidikan itu diharapkan segera rampung dan bisa menjadi dasar tarif tambahan. Greer membela penggunaan Section 301, merujuk pada keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif luas sebelumnya berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional. Tarif Section 301 terhadap produk China dari masa jabatan pertama Trump masih berlaku meski menghadapi gugatan hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 15.49
Kuartal I, Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas RI
Berita terkait
AS-China Sepakat Turunkan Tarif Barang Rp 1.080 Triliun, Ini Daftarnya
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 13.35
AS Sebut China Komitmen Impor 10 Juta Ton Batu Bara untuk 2027 dan 2028
kumparan · 26 September 2026 pukul 15.15
Lawatan ke AS, Xi Jinping Dikabarkan Akan Bawa Rombongan CEO
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.30
AS Tiba-Tiba Beri Pesan Penting ke Negara G20, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.20