Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Tuduh 40 Negara Bantu China Akali Tarif Impor Trump

Gedung Putih menuduh lebih dari 40 negara, termasuk Kanada, Meksiko, Jepang, dan Uni Eropa, membantu China menghindari tarif impor AS melalui praktik transshipment, yakni mengalihkan rute perdagangan ke negara dengan tarif lebih rendah. Menurut laporan Financial Times yang mengutip berbagai sumber pemerintah dan swasta AS, nilai perdagangan yang dialihkan melalui skema ini diperkirakan mencapai antara US$40 miliar hingga US$303 miliar, sementara total perdagangan yang terdampak mencapai US$60 miliar. Kepala White House Office of Trade and Manufacturing Policy Peter Navarro menyatakan bahwa China telah menggunakan metode canggih untuk melakukan transshipment sejak 2018, sekaligus menyalahkan negara-negara lain seperti India dan Vietnam yang juga mulai meniru praktik serupa setelah dikenai tarif tinggi AS.

Untuk memerangani praktik ini, US Customs and Border Protection (CBP) dilaporkan telah menggunakan sistem kecerdasan buatan bernama Detective Border untuk memastikan pelabelan asal barang yang akurat dan menentukan komposisi ekspor. Navarro memperkirakan langkah ini dapat meningkatkan penerimaan tarif AS hingga puluhan miliar dolar serta menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah memasukkan ketentuan anti-transshipment dalam beberapa kesepakatan perdagangan, sementara USTR masih menyusun aturan asal barang (rules of origin) untuk menentukan tarif yang berlaku.

Laporan ini dirilis enam minggu sebelum dugaan kunjungan bali AS oleh Presiden China Xi Jinping, sementara hubungan dagang AS-China masih tegang meski kedua negara pernah menyepakati gencatan perdagangan selama satu tahun. Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru-baru ini menyampaikan kekhawatiran kepada Wakil Perdana Menteri China He Lifeng terkait ekspor logam tanah jarang yang tidak dilanjutkan ke AS. China juga menghadapi kebijakan baru AS, termasuk larangan impor robot asal China oleh Federal Communications Commission.

Berita terkait