Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor

Amerika Serikat (AS) menuding China menggunakan praktik transshipping melalui negara ketiga seperti Kanada, India, Meksiko, Jepang, dan Korea Selatan untuk menghindari tarif impor yang diberlakukan Washington. Gedung Putih memperkirakan barang senilai antara USD 30 miliar hingga USD 300 miliar dialihkan melalui jalur ini, dengan dokumen yang dimanipulasi untuk menyembunyikan asal asli barang. AS menyebut praktik ini sebagai 'penipuan yang disamarkan melalui dokumen' dan menilai dampaknya merugikan perekonomian domestik, termasuk hilangnya lapangan kerja dan pendapatan miliaran dolar. Penasihat perdagangan AS, Peter Navarro, menekankan bahwa jaringan transshipping semakin kompleks dan canggih, memanfaatkan teknologi modern untuk menghindari deteksi. Untuk mengidentifikasi praktik ini, AS menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pendeteksiannya.

China membantah tuduhan ini, dengan juru bicaranya menyatakan bahwa 'perang dagang tidak memiliki pemenang' dan menolak kebijakan tarif AS yang dianggap tidak adil. China juga menegaskan bahwa tindakan AS tidak boleh menargetkan atau merugikan pihak ketiga, termasuk negara-negara mitra dagang yang terlibat secara tidak langsung.

Laporan ini dirilis di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama sebelum pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. BBC juga melaporkan telah menghubungi kedutaan besar AS di beberapa negara yang disebutkan dalam laporan untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait