AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat (AS) menuding China menggunakan praktik transshipping melalui negara ketiga seperti Kanada, India, Meksiko, Jepang, dan Korea Selatan untuk menghindari tarif impor yang diberlakukan Washington. Gedung Putih memperkirakan barang senilai antara USD 30 miliar hingga USD 300 miliar dialihkan melalui jalur ini, dengan dokumen yang dimanipulasi untuk menyembunyikan asal asli barang. AS menyebut praktik ini sebagai 'penipuan yang disamarkan melalui dokumen' dan menilai dampaknya merugikan perekonomian domestik, termasuk hilangnya lapangan kerja dan pendapatan miliaran dolar. Penasihat perdagangan AS, Peter Navarro, menekankan bahwa jaringan transshipping semakin kompleks dan canggih, memanfaatkan teknologi modern untuk menghindari deteksi. Untuk mengidentifikasi praktik ini, AS menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pendeteksiannya.
China membantah tuduhan ini, dengan juru bicaranya menyatakan bahwa 'perang dagang tidak memiliki pemenang' dan menolak kebijakan tarif AS yang dianggap tidak adil. China juga menegaskan bahwa tindakan AS tidak boleh menargetkan atau merugikan pihak ketiga, termasuk negara-negara mitra dagang yang terlibat secara tidak langsung.
Laporan ini dirilis di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama sebelum pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. BBC juga melaporkan telah menghubungi kedutaan besar AS di beberapa negara yang disebutkan dalam laporan untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 15.01
AS Bongkar Skandal Raksasa, Lebih dari 40 Negara Bantu China Akali Tarif Trump
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.38
Ini Titik Lemah Armada Kapal Induk China, Bisa Dimanfaatkan AS dan Sekutunya
Berita terkait
AS Tuding Puluhan Negara Bantu China Menghindari Tarif Trump
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
China Siaga di Hadapan AS-Eropa, Muncul "Garis Merah" Ekonomi
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 14.35
Ekspor RI ke AS Diam-Diam Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 18.05
RI Kena Tarif AS 10%, Mendag Sebut Negara Lain Lebih Tinggi
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.55