Ini Titik Lemah Armada Kapal Induk China, Bisa Dimanfaatkan AS dan Sekutunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan bahwa armada kapal induk China berkembang pesat namun rentan terhadap serangan kapal selam. Kesenjangan utama terletak pada kemampuan deteksi dan pelacakan bawah laut PLA-N yang masih tertinggal dari Angkatan Laut AS. Strategi "cost-imposition" yang dapat diterapkan meliputi penggunaan jaringan serangan darat, serangan udara jarak jauh berbasis satelit, siber, elektromagnetik, serta kawanan drone. Elemen kritis yaitu penyergapan kapal selam, di mana PLA-N paling lemah. Geografi Pasifik barat memperkuat kerentanan, memaksa kapal selam AS dan sekutu mengancam kelompok kapal induk china saat melewati rantai pulau pertama dari Jepang hingga Borneo. Christopher Sharman menyebut kerentanan bawah laut tetap signifikan meskipun PLA-N telah berinvestasi besar-besaran dalam kemampuan operasi lingkungan bawah laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
AS Tuding Puluhan Negara Bantu China Menghindari Tarif Trump
Berita terkait
2 Panda 'Ping Ping-Fu Shuang' Dikirim China Tiba di Atlanta AS
Detik.com · 28 September 2026 pukul 04.03
AS dan China Berebut Bukit Suci di Kenya, Tersimpan Harta Karun Senilai Rp1.117 Triliun
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 20.47
Usai Lawatan Xi Jinping, China Kirim 2 Panda 'Ping Ping-Fu Shuang' ke AS
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.33
Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping: Pangkas Tarif Barang Rp537 Triliun, Buka Dialog AI
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 09.40