Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.131 Triliun, OJK Ungkap Penggerak Utama

OJK melaporkan aset industri keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131,02 triliun pada 2025, tumbuh 8,56% YoY dan mencatat level tertinggi sejarah. Data tertuang dalam LPKSI 2025 bertema penguatan daya saing industri untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pertumbuhan tidak hanya kuantitatif tetapi juga kualitas dan daya saing.

Pertumbuhan terjadi di hampir seluruh sektor: perbankan syariah Rp 1.067,73 triliun (+8,92%), pasar modal syariah Rp 1.875,25 triliun (+8,18%), IKNB PPDP Rp 74,27 triliun (+10,59%), dan PVML Rp 124,51 triliun (+10,29%). Didukung fundamental ekonomi kuat dengan pertumbuhan PDB 5,11% pada 2025, lebih tinggi dari 5,03% tahun sebelumnya.

Penguatan regulasi melalui UU PPSK (UU No. 4/2023) dan pembentukan KPKS Juni 2025 jadi penggerak kebijakan terintegrasi. OJK menargetkan ekosistem lebih inklusif, inovatif, berdaya saing, berkelanjutan, serta mendorong Indonesia jadi pusat keuangan syariah global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait