Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.131 Triliun, OJK Ungkap Penggerak Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297765/original/058909300_1784106057-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-15_Juli_2026b.jpg)
OJK melaporkan aset industri keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131,02 triliun pada 2025, tumbuh 8,56% YoY dan mencatat level tertinggi sejarah. Data tertuang dalam LPKSI 2025 bertema penguatan daya saing industri untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pertumbuhan tidak hanya kuantitatif tetapi juga kualitas dan daya saing.
Pertumbuhan terjadi di hampir seluruh sektor: perbankan syariah Rp 1.067,73 triliun (+8,92%), pasar modal syariah Rp 1.875,25 triliun (+8,18%), IKNB PPDP Rp 74,27 triliun (+10,59%), dan PVML Rp 124,51 triliun (+10,29%). Didukung fundamental ekonomi kuat dengan pertumbuhan PDB 5,11% pada 2025, lebih tinggi dari 5,03% tahun sebelumnya.
Penguatan regulasi melalui UU PPSK (UU No. 4/2023) dan pembentukan KPKS Juni 2025 jadi penggerak kebijakan terintegrasi. OJK menargetkan ekosistem lebih inklusif, inovatif, berdaya saing, berkelanjutan, serta mendorong Indonesia jadi pusat keuangan syariah global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.30
Kredit Perbankan Tembus Rp 9.081 Triliun, Tumbuh 12,67%
Berita terkait
OJK: Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 11,09% hingga Juni 2026
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.32
OJK Buka Suara Soal Wakaf Saham di Istiqlal
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 19.50
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.131 Triliun
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.00
OJK: Kredit perbankan tumbuh 12,67 persen capai Rp9.080,9 triliun
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 19.12