Astra International (ASII) Perketat Investasi di Luar Tiga Bisnis Inti
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Astra International Tbk (ASII) sedang menata ulang portofolio bisnisnya dengan memfokuskan investasi pada tiga bisnis inti: otomotif, jasa keuangan, dan solusi pertambangan serta alat berat. Ketiga sektor ini menyumbang sekitar 90% dari laba konsolidasi perseroan. Sementara itu, bisnis di luar ketiga sektor tersebut (disebut 'wider businesses') menyumbang sekitar 10% terhadap laba grup, namun masih menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, wider businesses mencatatkan laba bersih sebelum non-recurring items sebesar Rp1,6 triliun, naik 31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Head of Corporate Investor Relations Astra, Tira Ardianti, menjelaskan bahwa perseroan sedang mengevaluasi setiap bisnis berdasarkan prospek pertumbuhan, kebutuhan modal, dan kontribusinya terhadap ekosistem Astra. Beberapa bisnis akan terus diinvestasikan karena nilai strategisnya, sementara yang lain mungkin membutuhkan partner atau perlu dievaluasi kembali. Strategi ini selaras dengan peta jalan korporasi baru Astra yang menekankan fokus bisnis, kejelasan strategi, disiplin alokasi modal, dan transformasi perusahaan. Selain itu, Astra juga menyiapkan program buyback saham hingga Rp8 triliun selama 12 bulan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Bagikan
Berita terkait
Jelang Delisting, PLAS Buyback 1,18 Miliar Saham Rp60,4 Miliar
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 12.50
Astra International Kantongi Laba Bersih Rp 12,5 T Semester I 2026
kumparan · 23 September 2026 pukul 11.30
Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 11.24
Investor Bersiap, Bakal Ada 2 Pengumuman Penting dari GOTO
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.05