Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih Rp12,5 triliun pada semester I-2026, penurunan 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh tekanan pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat, sekaligus penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas dan impairment aset senilai Rp2,4 triliun. Pendapatan bersih konsolidasi perseroan mencapai Rp157,9 triliun, turun 3% dari Rp162,9 triliun pada semester I-2025. Namun, dua bisnis utama Astra, yakni otomotif dan jasa keuangan, masih mencatatkan pertumbuhan positif. Segmen otomotif membukukan laba bersih Rp5,9 triliun, naik 9% dari Rp5,4 triliun, didukung oleh penjualan mobil nasional yang tumbuh 16% hingga 437.000 unit dan pangsa pasar grup Astra sebesar 51%. Segmen jasa keuangan juga tumbuh 6% dengan laba bersih Rp4,6 triliun dan nilai pembiayaan baru Rp61,8 triliun. Di sisi lain, bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mencatatkan laba bersih Rp2,7 triliun, anjlok 46% akibat penurunan kontribusi tambang emas, penjualan alat berat, dan kuota produksi batu bara nasional. Untuk menjaga kestabilan, Astra menetapkan strategi fokus pada tiga bisnis inti dan mengumumkan program buyback saham hingga Rp8 triliun dalam 12 bulan ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 11.30
Astra International Kantongi Laba Bersih Rp 12,5 T Semester I 2026
Berita terkait
Laba Bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan Astra Meningkat di Semester I 2026
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.04
Capex Astra Tembus Rp16,9 Triliun di Semester I, Akuisisi Tambang Emas Jadi Porsi Terbesar
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 13.36
Astra Catatkan Pendapatan Rp 157,9 Triliun Semester I 2026
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 19.53
Kinerja AMMN Melejit, Penjualan Tembus US$2,05 Miliar di Semester I
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.03