Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih Rp12,5 triliun pada semester I-2026, penurunan 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh tekanan pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat, sekaligus penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas dan impairment aset senilai Rp2,4 triliun. Pendapatan bersih konsolidasi perseroan mencapai Rp157,9 triliun, turun 3% dari Rp162,9 triliun pada semester I-2025. Namun, dua bisnis utama Astra, yakni otomotif dan jasa keuangan, masih mencatatkan pertumbuhan positif. Segmen otomotif membukukan laba bersih Rp5,9 triliun, naik 9% dari Rp5,4 triliun, didukung oleh penjualan mobil nasional yang tumbuh 16% hingga 437.000 unit dan pangsa pasar grup Astra sebesar 51%. Segmen jasa keuangan juga tumbuh 6% dengan laba bersih Rp4,6 triliun dan nilai pembiayaan baru Rp61,8 triliun. Di sisi lain, bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mencatatkan laba bersih Rp2,7 triliun, anjlok 46% akibat penurunan kontribusi tambang emas, penjualan alat berat, dan kuota produksi batu bara nasional. Untuk menjaga kestabilan, Astra menetapkan strategi fokus pada tiga bisnis inti dan mengumumkan program buyback saham hingga Rp8 triliun dalam 12 bulan ke depan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait