Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Awak USS Abraham Lincoln Disebut Depresi Setelah 200 Hari di Laut, Keluarga Murka

Keluarga prajurit di kapal induk USS Abraham Lincoln mengungkap kondisi yang mereka anggap memprihatinkan setelah kapal ini bertugas di Timur Tengah selama lebih dari 200 hari tanpa kunjungan ke pelabuhan. Penugasan ini dimulai sejak November 2025 dalam konteks konflik dengan Iran. Para keluarga melaporkan bahwa sejumlah prajurit mengalami masalah kesehatan mental, penurunan berat badan hingga 6,8 kilogram, serta kekurangan akses ke kebutuhan dasar seperti sabun, deterjen, dan makanan yang layak. Beberapa prajurit juga dikabarkan melewatkan momen penting keluarga, termasuk wisuda anak dan acara pernikahan. Pada 20 Agustus 2026, US Central Command mengumumkan penggantian USS Abraham Lincoln dengan USS George Washington, yang kini dalam perjalanan pulang ke San Diego. Namun, laporan serupa masih muncul, termasuk keluhan terkait fasilitas air panas dan toilet di kapal.

Pemerintah AS, termasuk Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, membantah laporan-laporan tersebut dan menilai pemberitaan media telah melebih-lebihkan situasi. Pernyataan ini memicu kemarahan para keluarga prajurit, yang merasa tidak dihargai dan tidak dipercayai. Senator Richard Blumenthal juga menyampaikan kekhawatirannya terkait kelangkaan makanan, air bersih, sabun, hingga pasta gigi di kapal tersebut, serta potensi terulangnya masalah kesehatan mental pada awak USS George Washington yang baru saja menggantikan Lincoln.

Laporan ini menyoroti tantangan logistik dan kesejahteraan mental para prajurit selama penugasan lama di laut, yang dapat mempengaruhi kesiapan operasional dan kesejahteraan pribadi mereka.

Berita terkait