Bahas Cawapres Prabowo, Terungkap Kenapa SBY Ogah Gandeng JK di Periode Kedua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis politik Dr. Selamat Ginting dari Universitas Nasional menganalisis strategi pemilu 2029 terkait calon wakil presiden (cawapres) yang berpotensi mendampingi Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo akan mempertimbangkan dampak politik jangka panjang dari setiap pilihan pasangan. Jika memilih tokoh PDIP seperti Puan Maharani atau Pramono Anung, Prabowo berpotensi memberikan 'karpet merah' kepada partai tersebut dalam lima tahun kedepan. Sama halnya jika memilih AHY dari Demokrat, yang berarti memberikan 'karpet biru' kepada partai tersebut.
Ginting mengacu pada contoh Presiden SBY yang tidak kembali berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) pada periode keduanya. SBY menghindari memberikan 'karpet kuning' kepada Golkar dengan tidak menggandeng JK lagi. Logika serupa mungkin menjadi pertimbangan Prabowo dalam memilih cawapres.
Berdasarkan analisis ini, Ginting menilai peluang Prabowo menggandeng Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) cukup terbuka, asalkan KDM tetap berada di partai Gerindra. Pilihan ini dianggap lebih netral karena tidak memberikan keuntungan langsung kepada partai politik tertentu.
Bagikan
Berita terkait
Non-Partai tapi Bukan Gibran, Tiga Sosok Ini Miliki Peluang Besar Jadi Cawapresnya Prabowo
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 01.00
Duet Poros Alternatif Ini Disebut Bakal Menakutkan Bagi Prabowo Menuju Pilpres 2029
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 10.50
Alasan Dedi Mulyadi Belum Mau Tinggalkan Gerindra ke PSI Terungkap, Nama Anies dan Pramono Ikut Disebut
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 10.30
Gibran dan AHY Dbandingkan, Ini Prediksi Arah Dukungan Prabowo, Anies, dan PDIP di Pilpres 2029
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 09.30