Bahlil Bantah Penerbitan RKAB BYAN karena Sahamnya Dibeli Haji Isam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah klaim bahwa penerbitan Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dikaitkan dengan rencana pengalihan saham yang dilakukan oleh Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama. Bahlil menegaskan bahwa proses persetujuan RKAB telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada kaitan langsung dengan transaksi kepemilikan saham. Menurutnya, pengajuan RKAB dilakukan sejak awal dan diproses secara terpisah dari transaksi bisnis antar perusahaan (B2B). Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa penerbitan RKAB tersebut dilengkapi dengan penambahan kuota produksi batu bara sekitar 15 hingga 20 juta ton untuk ketiga anak usaha BYAN. Sementara itu, PT Bayan Resources Tbk secara resmi mengumumkan penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sale and purchase agreement) pada 16 September 2026 antara pendiri perusahaan, Dato' Dr Low Tuck Kwong dan anaknya Elaine Low, dengan PT Jhonlin Baratama terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa. Transaksi ini masih bersifat kondisional dan tunduk pada pemenuhan beberapa syarat pendahuluan sebelum selesai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.30
Bahlil Tegaskan Persetujuan RKAB Bayan Tak Terkait Transaksi Saham Haji Isam
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.04
Bahlil Bantah Kuota Tambahan RKAB Bayan Terkait dengan Haji Isam
Berita terkait
Bahlil Mau Bahas Rencana Pembatasan BBM Subsidi Pakai Desil
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 19.15
Bahlil Siapkan Aturan Baru, Tender PLTS 100 GW Dijamin Kilat!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.15
Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.11
Bahlil: Ekspor Listrik Gak Masalah, Tapi Harga Harus Win-Win!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.55