Bahlil Tegaskan Persetujuan RKAB Bayan Tak Terkait Transaksi Saham Haji Isam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak berkaitan dengan rencana transaksi saham yang melibatkan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Menurut Bahlil, proses persetujuan RKAB berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sementara transaksi saham merupakan urusan bisnis antar pihak (B2B). Isu ini muncul setelah tiga anak usaha Bayan Resources, yakni PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, menyampaikan pemberitahuan kondisi kahar (force majeure) kepada pelanggan pada 11 September 2026 terkait kewajiban pemenuhan pasokan batu bara. Setelah evaluasi, pemerintah akhirnya menyetujui perubahan RKAB 2026 dengan potensi tambahan kuota produksi sekitar 15 hingga 20 juta ton untuk ketiga perusahaan tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa persetujuan telah diberikan setelah melalui proses evaluasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 15.45
Bahlil Tegaskan Penerbitan RKAB Bayan Resources Tak Terkait Akuisisi Haji Isam
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.31
Bahlil Bantah Penerbitan RKAB BYAN karena Sahamnya Dibeli Haji Isam
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.10
RKAB Bayan Terbit, Bahlil Bantah Terkait Akuisisi Haji Isam
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.04
Bahlil Bantah Kuota Tambahan RKAB Bayan Terkait dengan Haji Isam
Berita terkait
Bahlil Jelaskan Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah
JawaPos · 21 September 2026 pukul 17.31
Bahlil Ubah Permainan Batu Bara-Nikel RI, Tak Mau Lagi Dipermainkan
Detik.com · 21 September 2026 pukul 13.42
Bahlil Sentil Negara yang Dorong Energi Bersih tapi Borong Batu Bara RI
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.00
Listrik Lintas ASEAN Belum Terealisasi, Bahlil: Harganya Belum Win-Win
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 17.30