Bahlil Sebut Rata-rata Harga Minyak RI hingga September USD 90 per Barel, Masih di Atas APBN 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan rata-rata harga minyak nasional Indonesia dari Januari hingga September 2026 berada di kisaran USD 85–90 per barel, melebihi asumsi makro APBN 2026 sebesar USD 70 per barel. Harga ini menunjukkan tekanan terhadap anggaran energi nasional. Sementara itu, harga minyak dunia pada September 2026 mencapai USD 106 per barel, didorong oleh ketegangan geopolitik termasuk penundaan pertemuan terkait pelayaran di Selat Hormuz. Brent naik lebih dari 3 persen hingga USD 107,77 per barel. Untuk menjaga stabilitas pasokan, pemerintah Indonesia mengamankan impor minyak dari beberapa negara, termasuk Rusia. Bahlil menekankan komitmen pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil hingga akhir 2026. Indonesia juga menerapkan politik luar negeri bebas aktif, menolak intervensi asing dalam keputusan energi. Prioritas utama pemerintah adalah ketersediaan dan aksesibilitas bahan bakar, terlepas dari sumber asalnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 21.50
Bahlil Temukan Truk Modifikasi Tanki Berkapasitas 1 Ton Liter Buat Borong BBM Subsidi
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 21.40
Bahlil Sentil Orang Kaya yang Antre BBM Subsidi: Pakai Perasaanlah
Berita terkait
Bahil Jamin Pertalite-Solar Subsidi Tidak Naik meski Harga Minyak Dunia Melonjak
JawaPos · 11 September 2026 pukul 16.30
Menteri ESDM: Harga BBM subsidi tetap demi jaga daya beli masyarakat
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 16.29
Harga Minyak Dunia Tembus US$108 per Barel, Bahlil Buka Suara
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.50
Tahan Harga BBM Subsidi Tidak Naik saat Minyak Dunia Mendidih, Bahlil: Ini Berat
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 15.43