Menteri ESDM: Harga BBM subsidi tetap demi jaga daya beli masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah. Kebijakan ini diambil meskipun harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini mencapai 106–108 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Keputusan ini berdampak pada peningkatan beban fiskal negara. Alokasi subsidi energi dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp210,1 triliun, dengan total subsidi dan kompensasi mencapai Rp381,3 triliun. Hingga semester I 2026, realisasi subsidi dan kompensasi telah mencapai Rp233 triliun, meningkat 44,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya akibat fluktuasi ICP, nilai tukar rupiah, dan kenaikan volume penyaluran BBM.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.32
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 14.45
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100, Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.10
Bahlil Jamin Harga Pertalite-Solar Tak Naik Meski Minyak Tembus US$100
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.10
Jurus Pertamina Atasi Antrean Panjang di SPBU
Berita terkait
Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 19.30
Purbaya Pede Dampak Erupsi Anak Krakatau ke Ekonomi Minim-APBN Aman
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.47
Pemerintah Tak Kunjung Bisa Pungut Cukai Minuman Berpemanis, Kenapa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.30
Wamen ESDM Bicara soal Harga Pertamax Tak Naik Bulan Ini
kumparan · 2 September 2026 pukul 14.00