Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Siapkan Insentif Baterai Nikel, Mobil Listrik LFP Dipinggirkan

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan insentif khusus bagi kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel (NMC), sebagai bagian dari strategi untuk mengembangkan industri kendaraan listrik berbasis nikel dalam negeri. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa baterai NMC dipilih karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah, sementara bahan baku untuk baterai LFP tidak tersedia secara mandiri. Bahlil juga menilai bahwa baterai nikel memiliki performa unggul, terutama untuk jarak tempuh panjang dibandingkan baterai LFP yang lebih cocok untuk penggunaan jarak pendek.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menggodok alokasi insentif untuk kendaraan listrik, dengan proyeksi target sebesar 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik pada tahun 2026. Insentif yang dimaksud meliputi PPN DTP sebesar 40 hingga 100 persen untuk mobil listrik, dan insentif sebesar Rp5 juta untuk setiap unit sepeda motor listrik. Kebijakan ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni (EV) dan tidak mencakup mobil hibrida.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa skema insentif ini akan diintegrasikan dengan program pengembangan sepeda motor dan mobil listrik nasional. Langkah ini bertujuan untuk merangsang penjualan kendaraan listrik dan memperkokokokan industri EV lokal. Namun, pemerintah mas masih melakukan kajian teknis dan belum mengumumkan keputusan final mengenai jadwal pelaksanaan dan bentuk detail insentif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait